Persepsi

Pada kesempatan kali ini saya membawakan sebuah postingan dalam rubrik "Pengantar Ilmu Komunikasi" yaitu tentang penjelasan mengenai persepsi. Definisi atau pengertian dari persepsi adalah proses internal yang memungkinkan kita memilih, mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses tersebut mempengaruhi perilaku kita.

Menurut John R. Wenburg & William W. Wilmot penulis buku The Personal Communication Process, persepsi dapat didefinisikan sebagai cara organisme memberi makna. Persepsi adalah salah satu inti dari komunikasi, sedangkan penafsiran/interpretasi adalah inti dari persepsi yang identik dengan proses penyandian balik (decoding). Persepsi meliputi perasaan atau sensasi melalui panca indra kita, atensi/perhatian, maupun interpretasi.

Ada 2 jenis persepsi, yaitu persepsi lingkungan fisik dan persepsi lingkungan sosial atau persepsi terhadap manusia. Persepsi terhadap manusia lebih sulit dan kompleks, karena manusia bersifat dinamis.

A. Persepsi Lingkungan Fisik

Persepsi ini adalah persepsi yang sering mengecoh kita. Itulah yang disebut ilusi perseptual. Kita merasa dunia datar, padahal bulat. Kita merasa bumi diam padahal bergerak dengan kecepatan ratusan meter per detik. Dalam menilai suatu benda saja, kita tidak selalu sepakat. Dalam mempersepsi lingkungan fisik, kita terkadang melakukan kekeliruan. Indra kita tidak jarang menipu kita. Latar belakang pengalaman, budaya, dan suasana psikologis yang berbeda juga membuat persepsi kita berbeda atas suatu objek.

B. Persepsi Lingkungan Sosial

Persepsi sosial atau persepsi orang terhadap orang lain adalah proses menangkap arti objek-objek sosial ataupun kejadian yang kita alami dalam lingkungan kita. Berikut ini adalah beberapa Prinsip Persepsi Sosial:

1. Persepsi berdasarkan pengalaman

Pola-pola perilaku manusia berdasarkan persepsi mereka mengenai realitas (sosial) yang telah dipelajari. Persepsi manusia terhadap seseorang, objek, atau kejadian dan reaksi mereka terhadap hal-hal itu adalah berdasarkan pengalaman (dan pembelajaran) masa lalu mereka berkaitan dengan orang, objek atau kejadian serupa.

Sebagai contoh, orang barat yang terbiasa makan dengan menggunakan sendok, garpu, dan pisau akan menganggap orang timur yang makan dengan tangan sebagai jorok, meskipun alat-alat makan yang mereka gunakan tersebut sudah sering digunakan orang lain sementara orang timur kadang hanya menggunakan tangannya sendiri yang belum pernah dipakai orang lain.

2. Persepsi bersifat selektif

Atensi kita pada sesuatu merupakan faktor utama yang menentukan selektivitas kita atas rangsangan dari hal yang terjadi. Ada 2 faktor yang mempengaruhi atensi kita, yaitu faktor internal dan eksternal.
Faktor internal yang mempengaruhi atensi antara lain, yaitu:

  • Faktor biologis,
  • Faktor fisiologis,
  • Faktor sosial budaya,
  • Faktor psikologis.

Sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi atensi adalah:

  • Gerakan,
  • Intensitas,
  • Kontras,
  • Kebaruan,
  • Pengulangan objek yang dipersepsi.

3. Persepsi bersifat dugaan

Oleh karena data yang kita peroleh mengenai objek adalah melalui panca indra yang kadang bersifat tidak lengkap, maka persepsi merupakan proses pemikiran yang langsung meloncat pada kesimpulan. Contohnya adalah ketika kita melihat gunung es, kita hanya melihat bagian atasnya, namun kita menduga bahwa ada bagian gunung es di bawah permukaan air. 

Proses persepsi yang bersifat dugaan ini memungkinkan kita menafsirkan suatu objek dengan makna yang lebih lengkap dari sudut pandang manapun.

4. Persepsi bersifat evaluatif

Kebanyakan orang menjalani hari-hari mereka dengan perasaan bahwa apa yang mereka persepsi adalah nyata. Mereka kadang berpikir saat menerima pesan dan menafsirkannya sebagai proses yang alamiah. Akan tetapi terkadang alat-alat indra dan persepsi kita menipu kita sehingga kita juga ragu seberapa dekat persepsi kita dengan realitas yang sebenarnya. Persepsi adalah proses kognitif psikologis dalam diri yang mencerminkan sikap, kepercayaan, nilai, dan pengharapan untuk memaknai objek persepsi. Dengan demikian, persepsi dapat dikatakan bersifat pribadi dan subjektif.

5. Persepsi bersifat kontekstual

Rangsangan dari luar harus diorganisasikan. Dari semua pengaruh dalam persepsi kita, konteks merupakan salah satu pengaruh paling kuat. Konteks yang mengitari kita ketika melihat seseorang, suatu objek, atau suatu peristiwa sangat mempengaruhi struktur kognitif, dan juga ekpektasi kita, dan hal itu terkadang juga akan mempengaruhi persepsi kita.

Sekian pemaparan tentang persepsi pada kesempatan pagi hari ini, semoga dapat bermanfaat dan membuka wawasan kalian. Apabila ada saran/pertanyaan silakan isi kolom komentar di bawah. Selalu kunjungi rubrik pengantar ilmu komunikasi di blog ini untuk mengetahui lebih dalam tentang dasar dalam ilmu komunikasi. Tetap semangat, terima kasih.

Previous
Next Post »

Silahkan kirimkan Komentar dan Masukan anda. ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment